BOLEHKAH MENOLAK PINANGAN LELAKI SHALIH YANG JELEK RUPANYA (TIDAK TAMPAN)

••••••••••══✿❀✿❀✿══•••••••••••
  🔰WE ARE THOLABUL'ILMI 🔰
•••••••••••══✿❀✿❀✿══••••••••••

بسم الله الرحمن الرحيم

Tidak menyukai orang shalih, latar belakangnya ada 2 :

1. Tidak suka yang sifatnya manusiawi.

Misalnya tidak suka dengan wajahnya yang kurang indah dipandang...
Atau karakternya yang pelit atau kasar.

2. Tidak suka karena agamanya.

Dia tidak ada yang bermasalah secara fisik.
Tapi dia benci setiap lelaki berjenggot, atau lelaki yang rajin shalat jamaah di masjid, atau lelaki yang suka puasa sunah, dst.

Sehingga rasa tidak sukanya muncul karena orang ini mengamalkan sunah atau karena dia dai yang mengajarkan tauhid.

Ada beberapa orang yang mereka tidak menyukai Umar bin Khatab karena karakter beliau yang sangat tegas, Meskipun mereka mencintai Umar karena keshalihannya.

Dulu ada sahabat sangat shalih, dijamin masuk surga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namanya Tsabit bin Qais bin Syammas.
Beliau menikah dengan Jamilah bintu Abdillah.

Suatu ketika Jamilah pernah melihat suaminya berjalan bersama deretan para sahabat.
Dia terheran, tidak ada lelaki yang lebih jelek dari pada suaminya.

Hingga dia merasa tidak tahan untuk bersama Tsabit, karena takut tidak bisa menunaikan hak suaminya.

Beliau melapor kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

يَا رَسُولَ اللَّهِ ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ أَمَا إِنِّى مَا أَعِيبُ عَلَيْهِ فِى خُلُقٍ وَلاَ دِينٍ وَلَكِنِّى أَكْرَهُ الْكُفْرَ فِى الإِسْلاَمِ

"Ya Rasulullah, Tsabit bin Qais, saya sama sekali tidak membenci keindahan akhlak dan agamanya yang bagus, Namun saya khawatir kufur dalam islam.
(HR. Bukhari 5273, Nasai 3476, dan yang lainnya)

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh Jamilah untuk mengembalikan maharnya, Lalu Tsabit diminta menjatuhkan talak untuknya.

Rasa tidak suka semacam itu, sifatnya manusiawi, Semua orang tentu mengharapkan pasangan yang menyejukkan pandangannya. Baik lelaki maupun wanita.
Sehingga jika ini ada dalam diri seseorang, dia tidak berdosa.

Berbeda dengan tidak suka kepada seseorang karena agama.
Dia membenci orang itu, bukan karena bawaan sifat manusiawi. Namun karena dia komitmen dengan agama.
Dia lebihi suka dengan pasangan, yang sama sama jauh dari agama.

Ada sebagian lelaki yang serasa sepet jika melihat wanita berhijab.
Yang bikin sepet, jilbabnya bukan wajahnya.

Beberapa wanita, serasa sepet ketika melihat lelaki berjenggot.
Yang bikin sepet jenggotnya bukan wajahnya.

Bisa kita bayangkan, andaikan manusia semacam ini hidup di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, Mereka setiap hari akan merasa sepet ketika melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat.
Mereka memelihara jenggot, pakaiannya di atas mata kaki.
Sementara semua wanitanya berhijab.

Jika manusia semacam ini hidup di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Mungkin mereka akan bergabung dengan komunitas yahudi di luar kota Madinah. Agar tidak sepet melihat wanita berjilbab atau lelaki berjenggot.

Kebencian semacam ini berbahaya, Bisa menghapus amal, dan menggiring pelakunya kepada kekufuran.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ . ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

"Orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal amal mereka, Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran), Lalu Allah menghapuskan (pahala pahala) amal amal mereka
(QS. Muhammad: 8 9)

Fatwa Dr. Soleh al Fauzan

Beliau pernah ditanya, Bolehkah menolak pinangan lelaki shalih, karena tidak cinta ?

Jawaban beliau :

إذا كنت لا ترغبين الزواج من شخص؛ فلا إثم عليك، ولو كان صالحًا؛ لأن الزواج مبناه على اختيار الزوج الصالح مع الارتياح النفسي إليه ؛ إلا إذا كنت تكرهينه من أجل دينه؛ فإنك تأثمين في ذلك من ناحية كراهة المؤمن، والمؤمن تجب محبته لله ، ولكن لا يلزمك مع محبتك له دينًا أن تتزوجي منه مادمت لا تميلين إليه نفسيًا . والله أعلم

Menolak menikah dengan seseorang, tidak berdosa, meskipun dia orang shalih.

Karena menikah prinsipnya adalah memilih pasangan yang shalihh dan adanya rasa cinta dari hati.

Kecuali jika anda tidak suka dengannnya karena agamanya, Maka anda berdosa dalam hal ini, karena anda membenci orang mukmin.
Sementara orang mukmin wajib dicintai karena Allah.

Akan tetapi, anda tidak harus menikah dengannya, selama anda tidak ada rasa cinta.

(al-Muntaqa min Fatawa Dr. Sholeh al-Fauzan, 3/226)

Allahu a’lam...

•••┈┈•┈┈•⊰✿📚✿⊱•┈┈•┈┈•••
Website :

Website Tholabul'ilmi: tholabulilmiindonesia.blogspot.com
Website Josh:
JOSHindonesia.blogspot.com
Website Laskar Subuh:
Laskarsubuhindonesia.blogspot.com
Telegram :
t.me/tholabulilmiWA
facebook FP :
m.facebook.com/TholabulilmiWhatsApp
facebook Group :
m.facebook.com/profile.php?id=183387271707797

Follow IG Tholabul'ilmi WA :

▶ Gabung Komunitas Tholabul'ilmi :
Ketik : GabungTI#Nama#Domisili#Status#L/P
Kirim ke:
~ Ukh Susan Anisya :
+6285374450956
~ Ukh Petty Nusaybah :
+6285266812579

•••┈┈•┈┈•⊰✿🔰✿⊱•┈┈•┈┈•••
    🔰WE ARE THOLABUL'ILMI🔰

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GANGGUAN JIN ASYIQ DAN PENYEBABNYA

Praktek Kerja Lapangan (PKL) - bagian 2

TA'ARUF