Postingan

Menampilkan postingan dengan label Random

Salahkah merindu?

Aku mulai menulis lagi. Menulis tanpa arah. Hanya menuangkan apa yang kurasa tanpa harus kupikir terlebih dahulu. Aku merindu lagi. Aku rindu kamu, separuhku. Rindu yang tak habis setelah kepergianmu. Rindu yang selalu terasa berat dan sakit. Rindu seperti siang yang terus mengejar malam. Rindu yang tak kunjung habis pikirku.

Tuan Yang Tak Terjangkau

Halo, Tuan. Sudah kupikirkan ini berkali-kali. Seberapa kerasnya usahaku untuk mendekatimu, menyentuhmu, atau sekedar bertegur sapa denganmu, bahkan untuk melihatmu saja Kau masih tidak dapat terjangkau olehku. Oleh pikiranku sekalipun. Jangankan itu, membayangkan tentangmu saja aku tak sanggup. Entah apa ini, Tuan. Aku pun tak paham. Aku masih tidak tahu Kau menggunakan cara apa sampai aku menjadi semengenaskan ini untuk menginginkanmu. Tapi bagaimanapun caramu, aku akan berusaha untuk itu. Mudah saja, Kau tetap dengan caramu, sementara aku dengan caraku. Bukankah yang sulit untuk didapatkan akan semakin menarik, Tuan? Hahaha Dan kau akan tetap dengan julukanku, Tuan yang tak terjangkau.

Gadis Bermata Teduh - Aldhin

Gadis bermata teduh Dan akhirnya aku kembali mengenangmu Setelah aku hanyut dalam rindu yang membara dihatiku Masih adakah ruang di hatimu untuk berteduh? Setelah panas gurun menyita air dalam tubuhku Masih adakah secawan penawar untuk rindu ini? Kalau sudah tak ada, biarkan saja aku di matamu berteduh di sana Karena di matamu aku ingin mandi dan hanyutkan semua rinduku Setelah itu akan kubangun bendungan di sana Agar air mata itu tak lagi hanyutkan tawa dan labuhkan batinmu pada sepi Gadis bermata teduh Aku ingin menyelam di matamu Mencari tawa yang hanyut agar kembali meruang lalu menyerbak di wajahmu Gadis bermata teduh Kurindui senyummu yang menyemangati hari-hariku Senin, 26 April 2010. Mozaik.

Tuan Bermata Teduh

Halo, Tuan bermata teduh. Cuaca terik sekali siang tadi. Tapi tentu tidak denganmu kan? Kau yang bermata teduh itu. Jika melihatmu, perasaan disekitar tiba-tiba menjadi teduh. Nyaman. Tetaplah seperti itu, Tuan. Hanya kau yang kuingini disaat perasaanku sedang kacau balau seperti saat ini. Entah hanya masalah panas terik maupun hujan. Ngomong-ngomong soal hujan, aku sangat suka hujan. Aku suka hujan dimulai dari hawa dinginnya, rintiknya, gerimis manisnya, bahkan sampai derasnya sekalipun. Jika yang lain berlari-berlari dan bermain bersama hujan, aku lebih senang menikmatinya dalam keteduhan. Dan aku menyukai Tuanku yang bermata teduh. Sangat teduh seperti hujan. Sampai diam-diam mencintai dengan sangat dalam. Namun, layaknya hujan, kau datang lalu pergi dan menyisakan genangan. Bersamamu aku nyaman, tidak akan sakit karena bermain hujan ataupun kepanasan. Di saat aku menikmati tiap rintik hujan, kau tetap bersamaku, tidak meninggalkanku dan tidak membiarkanku kehujanan...

Tuan Dibalik Pintu

Antenaku sepertinya bekerja dengan sangat baik jika tahu apapun yang berhubungan denganmu, Tuan. Signal-signal yang dikirimkan darimu melalui antenaku bisa kuterima dengan sangat baik. Berapapun jarakmu, aku tahu. Apapun yang kamu lakukan, aku tahu. Sedang dimana, sama siapa, aku juga tahu. Dan malam ini seperti biasa aku hanya bisa bersembunyi untuk menutupi kekagumanku. Aku mendengar suaramu. Dibalik pintu. Aku tahu itu kau, Tuan. Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku hanya bisa memuaskan pendengaranku dengan suaramu. Suaramu indah, Tuan. Banyak harapanku tentangmu, Tuan. Di sini. Iya, di sini. Dan aku, hanya bisa berada dibalik sisi pintu lainnya dengan berjuta-juta harapan tentangmu.

Keluarga

Mungkin, ini-lah yang disebut keluarga. Ketika ada tubuh yang terjatuh, selalu ada tangan yang membantu untuk bangkit. Tidak peduli seberapa besar masalah yang kita hadapi, keluarga selalu tampil nomer satu untuk kita. Memberi perlindungan, rasa nyaman dan mendukung kita untuk berdiri lagi dan menata masa depan. Keluarga adalah keajaiban kecil yang diciptakan Tuhan untuk hambaNya.

Rejeki Anak Sholeh

Seharian ini tinggal nyanyiin lagunya Bella Sophie yang judulnya 'rejeki anak sholeh". Ceritanya semalam nonton acara di salah satu siaran tv swasta yang bintang tamunya Bella Sophie. Dia sekalian nyanyi juga sih. Akhirnya tanpa sadar jadi sering ngulang sepenggal lirik itu. Hehehe "... rejeki anak sholeh. rejeki anak sholeh..." 😁 Dari pagi sepertinya saya udah agak beda sih. Bangun tidur udah ada niatan mau nyelesaiin pekerjaan rumah sebelum ke kantor. Menyapu dan cuci piring (aih tumben banget). Tumben juga gak sarapan di rumah, jadinya bawa bekal saja. Sebelum siap-siap ke kantor, nyempatin waktu buat sholat dhuha dulu. Gatau kenapa, tapi tiba-tiba jadi ingat selama kerja gak pernah nyempatin diri buat ngucapin terima kasih sama Allah SWT lewat sholat dhuha. Padahal sering lihat orang kantor yang sholat dhuha pagi-pagi sebelum memulai aktifitas. Ah Eka! Lalu, sebelum pergi tumben banget minta difotoin sama mama. Hihhii. 😅 Tapi hari ini...

Buruh migran?

Layaknya orang awam, awalnya saya pun berpikir bahwa yang disebut dengan buruh migran itu adalah para pekerja atau buruh yang bekerja di Luar Negeri sebagai pembantu atau yang lebih sering disebut dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). TKI pun sering disebut juga dengan pahlawan devisa. Tapi setelah dipikir kembali dalam bahasa Inggris, migrant yang berarti orang atau buruh yang pindah atau pekerja pengembara, pekerja yang berpindah, pekerja pendatang. Dan orang yang melakukannya biasanya disebut emigrant . Ini adalah definisi buruh migran yang dikutip dari website resmi buruhmigran.or.id . "Definisi buruh migran atau pekerja migran itu sangat luas meskipun lebih sering diartikan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Luar Negeri. Arti umumnya adalah orang yang bermigrasi atau berpindah dari wilayah kelahiran atau lokasi tinggal yang bersifat tetap untuk keperluan bekerja. Guna keperluan bekerja tersebut, pekerja migran akan menetap di tempat bekerja tersebut d...

Layang-layang

Gambar
Ah, sedang musim layang-layang rupanya. Anak-anak kecil, bahkan remaja dan yang sudah dewasa pun memainkannya. Tapi tidak semua sih. Hehe Langit jadi ramai dengan adanya layang-layang. Beragam warna, corak, bentuk, dan ukuran ada di atas sana. Senang rasanya jika melihat layang-layang di langit. Menatapnya pun serasa puas, seperti tanpa beban mengikuti ke arah mana angin berhembus. Pernah sekali aku ingin seperti layang-layang di atas sana. Tetapi segera ku urungkan setelah tahu bahwa layang-layang tak sebebas itu. Dia tidak sepenuhnya mengendalikan dirinya atau bahkan dikendalikan oleh angin. Tapi oleh benang gelasan yang dipegang seseorang di bawah sana. Seseorang itu menarik-ulur benang yang membuat layang-layang itu bisa berada diketinggian tertentu, tapi dengan bantuan angin pastinya. Asal seseorang itu pintar mengendalikan layangannya, layang-layang itu akan tetap kokoh dan menari dengan indahnya di atas sana. Tetapi jika angin terlalu kencang, bersiaplah seseorang itu untuk keh...

Barangkali Cinta

Barangkali cinta. Jika darahku mendesirkan gelombang yang terungkap oleh darahmu dan engkau beriak karenanya. Darahmu dan darahku boleh terkunci dalam nadi yang berbeda namun berpadu dalam badai yang sama. Kau tahu kenapa? Karena kaulah hujan pertamaku. Barangkali cinta. Jika nafasmu merambatkan api dan memapatkan rongga paru-paruku. Aku terbakar karenanya. Meski nafasmu dan nafasku bangkit dari dada yang beda namun lebur dalam bara yang satu. Kau tahu kenapa? Karena kaulah sakura berbungaku. #SenjaKemerahan #HatiYangJungkirBalik. Dikutip dari wattpad "RDPB". *baru pertama kali posting lewat ponsel". ^^

Aku Suka Langit

Gambar
Aku sedang suka langit Entah Seperti ada perasaan tertarik yang berbeda sekarang Rupa-rupa warna ditampakkan Seakan berbicara Kau bisa dapatkan semangat dari langit pagi Seperti senyuman dari kesayangan Begitupun langit siang Tak kalah menarik Birunya luas Seolah-olah memberimu tempat bersandar, berpijak, bahkan melangkah Biarpun mendung Aku tetap suka langit Tak apa membawa air Bisa jadi menghidupkan Sedikit sendu bisa jadi bikin rindu Apalagi langit senja Jika kau lelah, didamaikan Manis sekali bukan Sayang aku belum sempat mengabadikan langit malam Tapi aku sudah suka Coba kau sempatkan berdiri di tanah lapang dengan langit luas di atas kepalamu Kau bisa seperti orang gila Senyum-senyum sendiri  Ah rasanya aku ingin ke pantai dan ke gunung Menunggu dan melihat matahari terbit dan terbenam Mungkin aku akan semakin jatuh cinta Ya, aku suka langit Maha Suci Allah Sang Pencipta

Terlalu -ekslusif-

Ya, jilbabmu lebar, menutup dada, dan menutup bagian belakang tubuhmu. Jelas, kau cerdas terlebih dalam masalah agama. Tentu saja, kau sudah pasti adalah seorang aktivis dakwah yang sibuk dengan agenda-agenda syuro setiap pulang kuliah. Tak heran, kau adalah seseorang yang istimewa. Setiap hari, selain kuliah, kau sibuk berdakwah. Organisasi yang kau ikuti pun memiliki banyak kegiatan syiar dakwah di setiap minggunya. Baik di dalam kampus, maupun di luar. Waktumu dihabiskan untuk memperjuangkan Islam, menegakkan dakwah, dan berjihad di jalanNya. Namun satu hal yang kau lupa. Kau secara tak langsung meng-eksklusif-kan dirimu. Kau memang eksklusif, namun yang dimaksud di sini adalah kau yang terlalu eksklusif. Pernahkah terlintas di benakmu tentang apa yang orang pikirkan tentangmu? Oh, ya, mungkin pernah. Namun, kau berfikir bahwa mereka mengganggap kau adalah gadis cantik, cerdas, dan sholehah. Cobalah sesekali kau ubah sudut pandangmu, anggap bahwa kau adalah merek...

Note: Spiritless

Catatan ini sudah duluan ada di akun fesbukku . Tapi baru punya kesempatan ngepost ini. Bahasa kerennya: #LatePost :D     GEEZ! Am having a writer's block! Many people say that, "one of the most difficult things is the first paragraph". I have spent many hours on a first paragraph, and once I get it, the rest 'supposed to' come out very easily! ahshit. Time just keeps rolling on while I'm here stuck like glue. So many things cross my mind, but I just don't know what am I going to write. ahshit . The DEADline is getting closer. Hopefully I can make it. Let me saying this for the last time. Ahshit. :-D

The Perfect Escape

Hallo, sudah ada ucapan syukur pada Tuhan? :) Benar adanya saat Anda semua yang berkunjung ke blog saya   dengan berpikiran “kenapa Sekedar Tulisan?” Karena setelah mengalami ke-random-an pikiran untuk menentukan nama blog, memang benar mungkin ujung-ujungnya bermuara pada nama “Sekedar Tulisan”. Bagiku, blog adalah salah satu bentuk eksistensi diri yang paling inti. Saya memang suka menulis, dan saya butuh lahan untuk dijadikan ladang tulisan saya. Ah entahlah , saya hanya merasa puas saat bisa membagi apa yang saya rasakan kepada orang lain. Saat ada orang lain yang membaca blog saya, -entah itu secara rutin atau tidak- I feel sooo excited ! Berasa gimanaaa gitu, saat kamu tau bahwa kamu nggak merasakan semua hal ini sendiri. Mungkin di luar sana, ada orang-orang lain yang merasakan hal yang sama seperti apa yang saya rasakan , karena itu mereka membaca blog saya. Mungkin di luar sana, ada orang-orang lain yang tertarik dengan cerita-cerita saya , karena...