Postingan

Hilary Duff – Someones’s watching over me

Kulihat diriku sekarang. Oh kulihat diriku dan melarikan diri. Tapi sesuatu menarikku kembali Suatu dorongan yang kulupa memilikinya. Yang kutahu kau tidak di sini untuk mengatakan yang biasa kau katakan. Tapi perkataanmu tertulis di langit malam. *Jadi aku tak akan menyerah. Tidak, aku tak akan mundur. Hidup berputar lebih cepat dari yang kau kira. Dan aku akan tetap kuat. Meskipun semuanya berantakan. Saat berdiri di kegelapan, aku tetap percaya. Ada yang melindungiku. Aku sudah pernah melihat cahaya itu. Dan dia menerangi takdirku. Bercahaya senatiasa dan aku tidak akan takut. Untuk mengikuti kemanapun dia membawaku. Yang kutahu masa lalu sudah lewat. Dan sekarang aku menjadi milik saat ini, impianku. * Tak peduli apa kata orang. Dan tak peduli berapa lama yang diperlukan. Percaya pada dirimu dan kau akan terbang tinggi. Dan yang penting adalah kejujuranmu. Jujur pada dirimu dan ikuti kata hatimu.  *  * ...

Kenangan 18

Hallo, Sabtu ^_^ Ini tanggal 18 yah? Tepat ditanggal yang sama pada bulan kemarin, kami wisuda. Sudah sebulan menganggur berarti. Hmmh. Selamat memasuki dunia yang sebenarnya, ‘kita’. Hari ini sengaja tidak ikut main bulu tangkis. Kebetulan juga Indri dan Vina mau mampir ke kost. Rencananya mereka mau ke rumah dosen untuk konsultasi, tapi batal karena dosennya ada acara. Akhirnya ngobrol bertiga di kamar. Bahas tentang ujian proposal mereka minggu depan. Kemudian ada pesan masuk dari Ayah. Intinya diajak balik ke Sorong hari senin minggu depan. Tiba-tiba suasana berubah drastis. Yang tadinya asik ketawa-ketawa, tiba-tiba pada mewek. Sedih ah pokoknya. Sudah mau balik ke Sorong. Tinggalin yang ada di sini. Yang dibawa hanya kenangan.  Tadi siang pas ke kampus juga gitu. Telat ke kampus. Sengaja, biar gak ikutan kerja bakti. Malah tidur-tiduran bertiga di teras. Sama Kagu dan Haris. Mandangin langit biru yang cerah. Dengarin lagu-lagu dari hapenya Kagu juga pas. Suasanany...

Kakak

Halo Kak. emmh apa kabar? Sudah lama rasanya tidak sering-sering menyapa dan menanyakan kabarmu seperti dulu. Sudah lama sekali ya, iya sudah lama sekali tidak seperti ini. Aku rindu Kak. Rindu sms-an. Rindu Telpon-an. Rindu bagaimana menceritakan kejadian apapun mengenai hari-hari yang sudah kita lewati. Rindu dipanggil adik. aah kakak. :( Aku tidak perduli apa nanti tulisan ini akan terbaca oleh orang lain dan lebih lagi terbaca olehmu. Kalau soal berbicara tentang kenangan, aku tidak akan malu lagi. Apalagi ini tentangmu Kak, tentang ‘kita’. Aku lupa bagaimana persisnya kita kenal dulu. Seingatku, kamu sedang dekat dengan teman sekelasku waktu SMA. Entah kita sudah atau belum berteman di jejaring sosial facebook waktu itu. Entah siapa duluan yang meminta pertemanan. Mungkin aku. Hehe. Setelah itu kita jadi tukaran nomor hape kan kak. Dan kita mulai sms-an. Telponan juga. Curhat-curhatan juga. Ahh Kakak, aku rindu. Saat itu aku sudah kelas tiga SMA. Padahal usia kita bed...

Ingatan kamis

Kamis, 09-10-2014. Tepatnya pukul 23:52 WIT saat aku memulai menulis ini. Malam ini ditemani lagu-lagunya Ada Band. Aah maafkan aku, sudah lama rasanya tidak mampir ke sini. Bukannya melupakan, keinginan itu selalu ada, hanya saja tidak selalu dapat dukungan. Entah dukungan dari waktu, jaringan internet, atau mood. Yang terakhir sepertinya sangat berpengaruh ya. :) Aku ingat untuk memulai ini dari beberapa hari lalu saat mengomentari status di jejaring sosial itu. Namanya Rian. Ah aku lupa nama lengkapnya. Dia yang seolah-olah mengingatkanku padamu. Seperti tweetku malam ini, @Eka_Ekanoo -Trimakasih kamu, sudah menginspirasi. Sudah mulai hari Jumat rupanya. Selamat malam “kalian”. Semoga selalu baik. Oh iya, tadi sempat like kalimat dari statusnya Agustinus Doni Pandin: –Tuhan mengirimkan ‘kalian’ untuk kurindui. Nanti. :) -   Benar juga pikirku. aah tisu mana tisu :’)  Terimakasih, Tuhan. Sudah memilih dan menghadirkan orang-orang yang terbaik untuk menemani ha...