Setelah dua hari kurasa ada yang berbeda, iya, aku tanpa pesan-pesan yang selalu kau kirimkan untukku. Hari ini setelah sholat magrib, aku menemukan gambar amplop surat bertuliskan namamu dilayar ponselku. Ah, rinduku sedikit terobati. Isi pesanmu hanya panggilan untukku. Hey, apakah kau masih ingat punya..? Ah, apa kau merindukanku? Setelah lebih dari duapuluh empat jam aku tanpa kabar darimu. Sebenarnya ini mauku, aku yang menyuruhmu jangan menghubungiku jika tidak sedang di rumah. Alasan hanya satu, aku selalu punya pikiran buruk dan bercabang-cabang kemana pun jika aku sedang tak bersamamu. Bukannya aku tak percaya padamu, bukan. Aku hanya tidak percaya orang-orang disekelilingmu. Itulah mengapa, setelah kita jauh dalam hal jarak, aku lebih merasa nyaman jika tahu kau sedang berada di rumah. Hanya itu. Terakhir dua malam yang lalu, aku mengobrol denganmu lewat telpon. Itupun aku yang menghubungimu. Sedangkan kau? Kau tak pernah lebih cepat untuk berp...
Komentar
Posting Komentar