Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

FITNAH dan KEMOCENG

“Kyai, maafkanlah saya yang telah memfitnah pak  kyai dan ajarkan saya sesuatu yang bisa menghapuskan kesalahan saya ini.” Aku berusaha menjaga lisanku, tak ingin  sedikitpun menyebarkan kebohongan dan menyinggung perasaan kyai. Kyai Husain terkekeh. “Apa kau serius?” Katanya. Aku menganggukkan kepalaku dengan penuh keyakinan. “Saya serius, Kyai. Saya benar-benar ingin menebus kesalahan saya.” Kyai Husain terdiam beberapa saat. Ia tampak berfikir. Aku sudah membayangkan sebuah doa yang akan diajarkan Kyai Husain kepadaku, yang jika aku membacanya beberapa kali maka Allah akan mengampuni dosa-dosaku. Aku juga membayangkan sebuah laku, atau tirakat, atau apa saja yang bisa menebus kesalahan dan menghapuskan dosa-dosaku. Beberapa jenak kemudian, Kyai Husain mengucapkan sesuatu yang benar-benar di luar perkiraanku. Di luar perkiraanku— “Apakah kau punya sebuah kemoceng di rumahmu?” Aku benar-benar heran Kyai Husain justru menanyakan sesuatu yang tidak relevan untuk permintaanku tadi.

CARA MEMANDANG NASIB

Pelajaran tauhid  yg sangat bernilai ... Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah.. Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi.. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya.. Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya.. Maka teman-temannya berkata : "Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang.." Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar... Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya.. Lalu teman-temannya berkata : "Wah..! Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan.." Si petani  tetap hanya diam saja.. Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah.. Teman-temannya berkata : "

Beberapa Kiat Agar Menjemput Jodoh Allah Mudahkan

Perbanyaklah istighfar. Lakukanlah taubat. Berapa kali kamu pernah membuat ibu menangis? Berapa banyak kita pernah membuat ayah bersedih? Berapa sering kamu membantah kedua orang tua? Sedangkan kamu tahu ridha Allah adalah ridha orang tua. Sedangkan kamu tahu berbakti kepada mereka adalah salah satu amalan yang paling di cintai-Nya. Sedangkan kamu tahu salah satu doa yang paling di ijabah Allah adalah doa orang tua untuk anaknya. Lalu kamu mengeluh kepada Allah, kenapa Dia belum juga memberi kita kebahagiaan berupa pasangan yang dinantikan, sementara di waktu yang sama kamu tak kunjung berhenti menggores luka di hati ayah ibu? A. PERBANYAK TAUBAT Dari Anas bin Malik Ra dia berkata: Aku mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian

HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS

ฮ˜ BUTUH batu kerikil supaya kita BERHATI-HATI.. ฮ˜ BUTUH semak berduri supaya kita WASPADA.. ฮ˜ BUTUH Pesimpangan supaya kita BIJAKSANA dalam MEMILIH.. ฮ˜ BUTUH petunjuk jalan supaya kita punya HARAPAN tentang arah masa depan.. •• Hidup Butuh MASALAH supaya kita tahu kita punya KEKUATAN.. •• BUTUH pengorbanan supaya kita tahu cara BEKERJA KERAS.. •• BUTUH airmata supaya kita tahu MERENDAHKAN HATI.. •• BUTUH dicela supaya kita tahu bagaimana cara MENGHARGAI.. •• BUTUH tertawa dan senyum supaya kita tahu MENGUCAPKAN SYUKUR.. •• BUTUH orang lain supaya kita tahu kita TAK SENDIRI.. Jangan selesaikan MASALAH dengan mengeluh, berkeluh kesah, dan marah-marah. Selesaikan saja dengan sabar, bersyukur, dan jangan lupa TERSENYUM. Teruslah MELANGKAH walau mendapat RINTANGAN, Jangan takut.. Saat tidak ada lagi tembok untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud. Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yang tidak terlihat, namun.. dapat dirasakan hingga jauh kedalam

SYAWWAL MENAMPARKU

– Renungan Setelah Ramadhan.1437 H. Semalam, ketika mataku hampir terpejam, gelap diantara dua gelap. Lampu kamar yang rusak dan kelopak mata yang memberat. Tiba-tiba Syawwal datang menghampiriku, dia menyapa dengan suara serak memilukan. Karena mengantuk kujawab sapanya ala kadarnya. Aku penasaran kenapa suaranya serak pilu, sementara manusia diluaran berbahagia. Apa dia hanya berpura-pura mempermainanku. Kupelototkan bola mata untuk mengusir rasa kantuk dan penasaran. Ternyata dugaanku salah, paras syawwal pucat pasi dengan beberapa tetes air mata yang menyisa di pipinya. Kudekati dia, aku bertanya, "Kamu kenapa wal, apa yang terjadi denganmu, kamu sakit?" "Aku sedang berduka, sedih sekali?" Suara Syawwal serak "Ah kamu mengada-ada syawwal, bagaimana bisa orang-orang bahagia dengan kedatanganmu, engkau malah bersedih?" "Aku benci orang-orang itu, termasuk kamu Ihsan!!" "Benci, ke aku juga?!" "Iya aku benci, benci"!!&

PUISI GUS MUS

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia ! Saat lahir, kau diadzankan di telingamu tanpa sholat. Dan saat mati, kau disholatkan tanpa diawali adzan. Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia ! Saat lahir, kau tidak tahu siapa yang mengeluarkanmu dari perut ibumu. Dan saat mati, kau tidak tahu siapa yang memasukkanmu ke dalam kubur. Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia ! Saat lahir, kau dimandikan dan dibersihkan. Dan begitu pula saat mati, kau dimandikan dan dibersihkan. Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia ! Saat lahir, kau tidak tahu siapa yang riang gembira atas kelahiranmu. Dan saat mati, kau pun tidak tahu siapa yang menangis sedih atas kematianmu. Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia ! Saat di perut ibu, kau berada di ruang yang sempit lagi gelap. Dan saat mati, kau pun berada di ruang yang sempit lagi gelap. Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia ! Saat lahir, kau dibungkus dengan kain untuk menutupimu. Dan saat mati, kau pun dibungkus dengan

Beberapa Adab dan Sunah Berhari Raya (Bag. 2)

๐Ÿ“† Ahad,  28 Ramadhan 1437 H / 3 Juli 2016 M ๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits ๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu'man Hasan, SS. ๐Ÿ“‹  Beberapa Adab dan Sunah Berhari Raya (Bag. 2) ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ   4⃣ Pergi menuju lapangan untuk shalat Id Shalat hari raya di lapangan adalah sesuai dengan petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, karena Beliau tidak pernah shalat Id, kecuali di lapangan (mushalla). Namun, jika ada halangan seperti hujan, lapangan yang berlumpur atau becek, tidak mengapa dilakukan di dalam masjid. Dikecualikan bagi penduduk Mekkah, shalat Id di Masjidil Haram adalah lebih utama.   Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah: ุตู„ุงุฉ ุงู„ุนูŠุฏ ูŠุฌูˆุฒ ุฃู† ุชุคุฏู‰ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ، ูˆู„ูƒู† ุฃุฏุงุกู‡ุง ููŠ ุงู„ู…ุตู„ู‰ ุฎุงุฑุฌ ุงู„ุจู„ุฏ ุฃูุถู„  ู…ุง ู„ู… ูŠูƒู† ู‡ู†ุงูƒ ุนุฐุฑ ูƒู…ุทุฑ ูˆู†ุญูˆู‡ ู„ุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒุงู† ูŠุตู„ูŠ ุงู„ุนูŠุฏูŠู† ููŠ ุงู„ู…ุตู„ู‰  ูˆู„ู… ูŠุตู„ ุงู„ุนูŠุฏ ุจู…ุณุฌุฏู‡ ุฅู„ุง ู…ุฑุฉ ู„ุนุฐุฑ ุงู„ู…ุทุฑ.   Shalat Id boleh dilakukan di dalam masjid, tetapi melakukannya di mushalla (lapangan) yang berada di luar adalah lebih utama, hal ini selama tidak ada ‘udzur se

Beberapa Adab dan Sunah Berhari Raya (Bag. 1)

๐Ÿ“† Sabtu,  27 Ramadhan 1437 H / 2 Juli 2016 M ๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits ๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu'man Hasan, SS. ๐Ÿ“‹  Beberapa Adab dan Sunah Berhari Raya (Bag. 1) ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ   Berikut ini adalah adab-adab dan sunah ketika hari raya, baik Idul Fitri dan Idul Adha. 1⃣ Dianjurkan Mandi Sebelum Berangkat Shalat Mandi pada hari ‘Id adalah sunah, bukan wajib, dan ini telah menjadi ijma’ para ulama. Berkata Imam Ibnu Rajab  Rahimahullah: ูˆุงู„ุบุณู„ ู„ู„ุนูŠุฏ ุบูŠุฑ ูˆุงุฌุจ . ูˆู‚ุฏ ุญูƒู‰ ุงุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุจุฑ ุงู„ุฅุฌู…ุงุน ุนู„ูŠู‡ِ ، ูˆู„ุฃุตุญุงุจู†ุง ูˆุฌู‡ ุถุนูŠู ุจูˆุฌูˆุจู‡ . ูˆุฑูˆู‰ ุงู„ุฒู‡ุฑูŠ ، ุนู† ุงุจู† ุงู„ู…ุณูŠุจ ، ู‚ุงู„ : ุงู„ุงุบุชุณุงู„ ู„ู„ูุทุฑ ูˆุงู„ุฃุถุญู‰ ู‚ุจู„ ุฃู† ูŠุฎุฑุฌ ุฅู„ู‰ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุญู‚ٌ . Mandi pada hari raya bukanlah kewajiban, Ibnu Abdil Bar telah menceritakan adanya Ijma’ atas hal itu. Sedangkan terdapat riwayat lemah bagi sahabat-sahabat kami yang menyebutkan kewajibannya. Az Zuhri meriwayatkan dari Ibnul Musayyib, katanya: “Mandi pada Idul Fitri dan Idul Adha sebelum keluar menuju shalat adalah benar adanya.” (Imam Ibnu Rajab, Fathul Bari, 6/71) Imam Ibnu

PERPISAHAN YANG MENYEDIHKAN

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… ๐Ÿ’žMenangislah.. Sebelum Ramadhan Pergi ..... Kita pernah berjanji mengkhatamkan Qur'an.. Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua beranjak dari juz awalan.. ๐Ÿ’žMenangislah.. Sebelum Ramadhan Pergi ........ Kita pernah berjanji menyempurnakan qiyamullail yang bolong penuh tambalan.. Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua menyempurnakan bilangan.. ๐Ÿ’žMenangislah.. Sebelum Ramadhan Pergi .......... Kita berdoa sejak Rajab dan Sya'ban agar disampaikan ke Ramadhan.. Setelah Ramadhan di akhir hitungan.. Ternyata masih juga tak bisa menahan dari kesia-siaan.. Ternyata masih juga tak bisa menambah ibadah sunnah.. Bahkan.. Hampir terlewat dari menunaikan yang wajib... ๐Ÿ’žMenangislah  ... Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir.. Bahwa ada satu hamba yang sombong lagi terlena... Yang lalai Sehingga Ramadhan yang mulia pun tersia-sia.. ๐Ÿ’žMenangislah atas lembaran Qur'an yang menunggu dikhatamkan.. atas lembaran mata